Bentuk kepedulian atas bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menimpa warga Kota Padang, yang menyebabkan 5 orang meninggal dan 27.433 warga terdampak yang kini mengungsi, diserahkan bantuan natura. (Foto Ajardetiks/Yurnaldi)
PADANG, AJARDETIKS.COM -- Bantuan untuk korban bencana banjir bandang dan longsor di Kota Padang, Sumatera Barat, hingga Sabtu (29/11/2025) terus berdatangan Sekda Kota Padang Andree Algamar dan Staf Ahli Wali Kota Ferimulyani Hamid dan Kepala BPBD Kota Padang Hendri Zulviton siaga di Posko Penanganan Darurat Bencana Bamjir dan Longsor Kota Padang, di Palanta Rumah Walikota Padang, Jalan Ahmad Yani, Padang.
Ketika Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Kota Padang mengantarkan bantuan natura dalam bentuk beras, telur, mie instan, dan air mineral senilai Rp3,6 juta, Sekda Andree Algamar menerima langsung bantuan tersebut/ "Terimakasih atas kepedulian dan empati Forum Pembauran Kebangsaan Kota Padang. Bantuan yang diberikan tentu sangat berarti untuk mengurangi penderitaan korban, yang hingga kini mendapat perhatian dan penanganan serius Pemerintah Kota Padang," kata Andree.
Data hingga Sabtu siang, tercatat 27.433 warga Padang terdampak bencana hidrometeorologi di 14 titik banjir, 12 titik banjir bandang, 7 titik longsor, 20 titik pohon tumbang, dan 2 titik puting beliung. Sebanyak lima warga dilaporkan meninggal. Pemerintah Kota Padang sudag memberlakukan status tanggap darurat.
Secara terpisah, Wal Kota Padang Fadly Amram dalam eksposenya di hadapan Forkompimda Kota Padang, terkait Penanganan Darurat Bencana Banjir dan Langsor, dikatakan kebutuhan darurat selain bahan sandang, pangan, kesehatan dan kebutuhan air bersih adalah kekuarangan mobil tanki untuk suplai air bersih dan air minum.
"Warga yang jadi korban dan dievakuasi di sekolah, juga dibahas dalam forum Forkompimda, apakah masih tetap dipertahankan atau dipindahkan ke tempat lain, sehingga kegiatan sekolah tidak terganggu," kata Fadly Amran.
Menurut Wali Kota Padang, upaya penanganan yang telah dilakukan adalah pendirian posko, pendirian tenda pengungsian, pendistribusian bantuan logistik dan kebutuhan dasar. Kemudian berkolaborasi bersama instansi versitila Forkompimda dan swasta. Pembrian layanan kesehatan bagi pengungsi. Pencairan dana BTT Rp2,82 miliar, dan pembersihan akses jalan.

Bantuan natura FPK Kota Padang. (Foto: Ajardetiks/ Yurnaldi)
'Dalam penanganan bencana ini Pemerintah Kota Padang sudah siap degan sumber daya dan fasilitas pendukung berupa 26 unit ambulance, 24 puskesmas, 51 Puskesman Pembantu, 5 unit ekscavator, dan 830 tenan kesehatan, dan dukungan lainnya dari TNI, Polri, Basarnas, dan sejumlah ormas kainnta
FPK Padang Turut Berdukacita dan Peduli
Ketua Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) Padang Drs Suardi Datuk Garang mengatakan, sebagai kelembagaan seluruh etnik yang ada di Kota Padang, FPK menyatakan turut berduka cita dengan korban banjir, banjir bandang, dan tanah longsor di Kota Padang. "Sebagai kelembagaan etnik warga di Kota Padang, FPK turut berduka cita dengan adanya warga yang meninggal dunia dan puluhan ribu warga yang terdampak yang kinin mengungsi di sejumlah lokasi pengungsian, " ujar Suardi Dt Garang.
Karena itu, untuk meringankan penderitaan korban, Forum Pembauran Kebangsaan Kota Padang ikut memberikan bantuan natura, yang diterima Sekda Kota Padang Andree Algamar. "Bantuan natura yang diberikan mungkin nilainya tak seberapa, namun dalam kondisi tanggap darurat sekarang ini, bantuan yang diberikan amat dibutuhkan warga terdampak, korban bencana," jelas Suardi Dt Garang, Ketua FPK Kota Padang itu.
Pengurus FPK Kota Padang foto bersama dengan Sekda Kota Padang Andree Algamar. (Foto Ajardetiks/yurnaldi)
FPK Padang adalah wadah komunitas/perhimpunan untuk mendukung upaya pembauran kebangsaan-- yakni integrasi dan pemersatuan masyarakat kintas suku, etnis, agama, budaya di Kota Padang. Di Padang FPK dibentuk oleh pemerintah setempat melalui peran instansi terkait seperti Badan Kesatuan Bangsa/Politik. Keberadaan FPK di Padang untuk menjaga dan menguatkan persatuan dan kesatuanbangsa di tengah keberagamanan yang ada di Padang.
Kemudian mencegah potensi konflik sosial yang mungkin timbul akibat perbedaan, dengan memperkuat dialog, saling pengertian, toleransi antarkelompok. Menjadi jembatan antara masyarakat dan pemerintah kota Padang, sehingga pemerintah bisa lebih dekat dengan pluralitas warga, dan program kebangsaan bisa dijalankan dengan melibatkan masyarakat.
Penyerahan bantuan didampingi Wakil FPK Hanura, Sekretaris Syofyan Wahad, Bendahara Rozalina Busro, dan pengurus lain Desmeri, AdriYoa Adnan, Kasril Rajo Intan, dan Meri. (YURNALDI)
Pengurus FPK Kota Padang saat dialod dengan Sekda Kota Padang Andree Algamar dan Staf Ahli Wali Kota Padang Ferimulyani Hamid (jilbab putih). (Foto Ajardetiks/Yurnaldi)
Social Header